apa?

apa?
bukan apa-apa

Senin, 27 Februari 2012

umpama

perumpamaan dari sebuah alasan yang tak masuk akal
semburat nadi ini terus mengalirkan nafas
darah dan nanah melemparkan gaung2 sepaji dari masa hilang
terasakah dari mana dia merasa?
terus menerus merembuk tak tahu siapa
satu gejolak penuh hati rupanya telah membusuk
tidak tau siapa yang membuatnya
hanya tertawa lepas sambil sedikit air yang tertelan
selanjutnya menangis histeris
semakin lama semakin mengambang keadaannya
keadaan seorang bidadari yang dipuja-puja
keadaan malaikat yang berupa sempurna diandaikanya
goyang menggoyang mereka berebut apapun itu
bukan sebuah perumpamaan yang indah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar